Pembagian Hasil Panen Jagung BUMNag Madani Ronde II 2025/2026
BUMNAG MADANI _ Badan Usaha Milik Nagari (BUMNag) Madani kembali melaksanakan pembagian hasil panen jagung untuk ronde kedua tahun tanam 2025/2026 sebagai bagian dari program ketahanan pangan (Ketapang). Kegiatan ini melibatkan 15 orang petani lokal yang menjadi mitra BUMNag Madani dalam pengelolaan sektor pertanian jagung di wilayah Lubuk Malako.
Pembagian hasil panen ini dilaksanakan setelah seluruh proses panen selesai dilakukan. Program ini berada di bawah pengelolaan Unit Jasa dan Pangan BUMNag Madani yang diketuai oleh Kepala Unit (Kanit), Marfriend Efri Hendra, bersama staf jasa Efri Maryono. Keduanya berperan aktif dalam mengoordinasikan kegiatan mulai dari penanaman, perawatan, hingga distribusi hasil panen kepada para petani mitra.
Secara keseluruhan, hasil panen jagung pada ronde kedua ini mengalami penurunan dari segi tonase jika dibandingkan dengan ronde sebelumnya. Pada ronde ini, total hasil panen tercatat sebanyak 27 ton, lebih rendah dibandingkan produksi sebelumnya. Penurunan ini disebabkan oleh beberapa faktor, di antaranya kondisi cuaca yang kurang stabil serta tantangan teknis dalam proses budidaya.
Namun demikian, meskipun terjadi penurunan volume hasil panen, para petani justru mendapatkan keuntungan yang lebih besar secara ekonomi. Hal ini dipengaruhi oleh harga jual jagung yang mengalami peningkatan signifikan di pasaran. Kenaikan harga tersebut mampu menutupi bahkan melampaui selisih penurunan jumlah produksi, sehingga pendapatan petani tetap meningkat dibandingkan ronde sebelumnya.
Program ketahanan pangan jagung yang dijalankan oleh BUMNag Madani ini bertujuan untuk memperkuat ekonomi masyarakat nagari melalui sektor pertanian. Selain itu, program ini juga menjadi upaya konkret dalam menjaga stabilitas pangan lokal serta meningkatkan kesejahteraan petani melalui sistem kemitraan yang saling menguntungkan.
Dalam pelaksanaannya, BUMNag Madani tidak hanya berfokus pada hasil panen semata, tetapi juga memberikan pendampingan kepada petani dalam hal teknik budidaya, penggunaan pupuk, serta pengelolaan lahan yang lebih efektif. Dengan demikian, diharapkan produktivitas pertanian dapat terus meningkat pada ronde-ronde berikutnya.
Ke depan, BUMNag Madani bersama para petani mitra berkomitmen untuk melakukan evaluasi terhadap hasil panen ronde kedua ini. Evaluasi tersebut akan menjadi dasar perbaikan strategi tanam, pemilihan bibit, serta pengelolaan risiko agar hasil panen pada periode selanjutnya dapat lebih optimal baik dari segi kuantitas maupun kualitas.
Melalui kolaborasi yang berkelanjutan antara BUMNag Madani dan petani Lubuk Malako, program ketahanan pangan ini diharapkan mampu menjadi salah satu pilar utama dalam pembangunan ekonomi nagari yang mandiri dan berkelanjutan.
Galeri Foto (5)
Program Berita Lainnya
Program
Koperasi Produsen Madani Lubuk Malako Gelar Evaluasi Progres PSR Tahap 1
22 May 2026
Program
Penandatangan Perjanjian Kerjasama Penyiadaan Bibit Unggul Kelapa Sawit
20 May 2026
Program
Himbauan untuk Generasi Muda Nagari Lubuk Malako Melalui Program Beasiswa SDM Sawit 2026
08 May 2026
Program
Launching Program Peremajaan Sawit (PSR) Koperasi Produsen Madani Lubuk Malako
24 Apr 2026